Workshop Online Oleh Sekolah Jurnalisme Media Indonesia Sebagai Upaya Tetap Produktif Berkarya di Tengah Pandemi

Posted by

Ponorogo— Pandemi virus Corona yang saat ini masih berlangsung di Indonesia dan sebagian negara lainnya memberikan hikmah tersendiri di bidang akademik, diantaranya adalah terselenggaranya banyak seminar, lokakarya dan workshop secara online. Belum lama ini, tepatnya pada Selasa ,28 Juli 2020 salah satu dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Nurhana Marantika, M.A. turut terlibat sebagai peserta dalam workshop online “Menulis Opini Populer”. Workshop online ini diselenggarakan oleh Sekolah Jurnalisme Media Indonesia (SJMI). Menghadirkan Usman Kansong selaku Direktur Pemberitaan Media Indonesia dan Eko Suprihanto selaku Direktur Media Indonesia, workshop ini telah memberikan banyak ilmu terkait dengan penulisan opini di media massa. Usman Kansong menyampaikan, mengapa seseorang harus menulis? Karena dengan menulis berati seseorang sedang 1. mengekspresikan fakta, pikiran, sikap, pendapat, argumentasi; 2. Menyebarkan fakta, gagasan, pikiran, sikap kepada khalayak; 3. Mempengaruhi opini publik; 4. Membangun reputasi diri an institusi; 5. Mendokumentasikan fakta, gagasan, dan pikiran. Hal yang paling penting dalam workshop online ini adalah adanya pendampingan penulisan opini oleh pemateri kepada peserta workshop melalui grup whatsapp.

Workshop online ini merupakan workshop serial. Tidak hanya workshop “Menulis Opini Online” saja yang diselenggarakan oleh SJMI. Rabu, 29 Juli 2020 SJMI kembali menyelenggarakan workshop lanjutan dengan mengangkat tema “Asyik Menulis Resensi (wisata, buku, film, kuliner)”. Dalam kajian jurnalistik, menulis resensi ini bisa dibilang “gampang-gampang—susah”. Banyak hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah hindari penyampaian kritik dan kekecewaan secara emosional, terang Bintang Krisanti selaku Redaktur Media Indonesia sekaligus narasumber dalam workshop online tersebut.

Bintang Krisanti menerangkan bahwa, resensi adalah ulasan mengenai suatu karya, baik buku, film, dan juga produk (berwujud maupun tidak berwujud/ jasa/ servis). Bagi orang-orang yang memiliki hobi wisata, menulis resensi perjalanan wisata menjadi sebuah pilihan yang tepat. Di dalam menulis resensi perjalanan wisata, yang dapat dijadikan sebagai objek antara lain: tempat wisata alam dan budaya (buatan maupun alami), hotel, moda transportasi, galeri, hingga berbagai tempat publik non komersil, misal sekedar pengalaman menikmati berjalan-jalan di pedestrian suatu daerah. Tidak melulu tentang keindahan atau pengalaman menyenangkan. Bisa pengalaman buruk atau kesalahan selama tujuan akhirnya sebagai kiat kepada pembaca. Pengalaman buruk dan kejadian tidak terduga juga kerap muncul di tulisan travel blogger, seperti Trinity (the Naked Traveler).

Keterlibatan dosen Prodi Ilmu Komunikasi dalam workshop online yang diselenggarakan oleh SJMI diharapkan dapat mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus produktif menulis baik opini, maupun resensi di media-media massa lokal ataupun nasional./nh

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *