Tetap Aktif di Masa Pandemi: Memilih Metode Penelitian Yang Tepat Untuk Setiap Fenomena

Posted by

PONOROGO—Pandemi Covid-19 tidak sepenuhnya menjadi kendala bagi para dosen dan akademisi untuk tetap melaksanakan kegiatan pengembangan diri. Dalam situasi new normal seperti saat ini masih banyak diselenggarakan kegiatan webinar dan lokakarya daring, salah satunya seperti yang dilakukan oleh ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi) Korwil Jawa Timur. Selama 2 pekan berturut-turut ASPIKOM Jatim telah menyelenggarakan Lokakarya Metode Penelitian, seri 1 diselenggarakan pada 19 Juni 2020 dengan topik Metode Penelitian Komunikasi Netnografi dan seri 2 pada tanggal 24 Juni 2020 tentang Metode Interpretif Dalam Penelitian Komunikasi. Kedua acara tersebut diikuti oleh dosen dan akademisi di Jawa Timur maupun dari wilayah lain di Indonesia. Lokakarya ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan para dosen dan akademisi untuk dapat menentukan metode penelitian yang tepat dalam setiap fenomena dan topik kajian.

Dalam lokakarya seri 1, Gatut Priyowidodo, Ph.D sebagai narasumber dalam acara tersebut menyampaikan bahwa metode penelitian netnografi merupakan metode riset kualitatif yang mengadaptasi teknik riset etnografi untuk mempelajari budaya dan komunitas yang terjadi dalam komunikasi termediasi komputer contohnya dalam media sosial. Selanjutnya dalam lokakarya seri 2, Dr. Danang Tandyonomanu selaku narasumber menyampaikan bahwa metode interpretif merupakan penelitian yang multitafsir, setiap orang memiliki meanings (makna-makna) yang berbeda dalam memandang fenomena. Narasumber kedua, Dr. Teguh Priyo Sadono mempertegas bahwa metode interpretif harus tetap subjektif, fenomena yang dimaknai oleh peneliti harus dapat dipertanggungjawabkan dan bersifat kredibel.

Dua orang dosen Prodi Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor, Rila Setyaningsih dan Yoka Pradana berpartisipasi secara aktif dalam kedua kegiatan lokakarya yang dilaksanakan secara daring ini.  Dengan mengikuti kedua lokakarya tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi dosen Prodi Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor untuk melaksanakan kegiatan penelitian dengan menerapkan metodologi yang tepat, juga sebagai pengayaan materi pembelajaran yang disampaikan kepada mahasiswa./rl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *