Protokol Pencegahan Wabah Virus Corona ( COVID-19 ) di Pondok Modern Darussalam Gontor (1)

Posted by

Ponorogo– Sejak wabah coronavirus atau covid-19 menyebar hampir keseluruh penjuru dunia, dan hingga saat ini telah menelan banyak korban jiwa, akan tetapi tidak sedikit juga yang telah dapat di sembuhkan dari penyakit ini, di Indonesia terdapat 8.647 kasus per tanggal 24 April 2020, dengan rincian sebagai beriku: 6520 pasien dirawat, 689 pasien meninggal dunia, dan 1002 pasien sembuh (sumber:https://health.grid.id/read/352083954/perkembangan-penyebaran-covid-19-di-asia-tenggara-malaysia-terbanyak-indonesia-urutan-4?page=all/), pemerintah masih berupaya untuk menangani kasus wabah tersebut.

Upaya yang dilakukan adalah himbauan lockdown, work from home, social distancing kepada masyarakat Indonesia. Pondok Pesantren Darussalam Gontor salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan himbauan pemerintah tersebut. Di tengah merebaknya wabah covid – 19 Pondok Modern Darussalam Gontor masih tetap menjalankan aktifitas seperti biasa dan tidak meliburkan santri-santri-nya, Ponpes Darussalam Gontor tidak serta merta meliburkan santri-santrinya, sebab para santri masih harus melaksanakan ujian, sebelum nantinya para santri dipulangakan untuk liburan di bulan Ramadhan. Selama mengawal ujian santri, Ponpes Darussalam Gontor menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran covid – 19. Protokol kesehatan yang diterapkan didalam Ponpes Darussalam Gontor diantaranya adalah:

  1. Melarang kunjungan wali santri dan tamu-tamu sampai batas waktu yang tidak di tentukan.
  2. Jika terpaksa menerima tamu, maka harus di adakan pengecekan suhu dengan thermometer gun, serta sterilisasi ringan dengan hand sanitizer atau disinfektan.
  3. Melarang pengiriman paket dalam bentuk apapun dari wali santri. Apabila terpaksa menerima, maka perlu disterilkan dengan disinfektan.
  4. Melakukan penjagaan di pintu masuk pondok selama 24 jam.
  5. Menyediakan dan mendistribusikan :
  6. Disinfektan, hand sanitizer, serta thermometer gun di tempat yang di anggap perlu; dan
  7. Masker bagi yang sakit
  8. Melarang santri dan guru untuk melakukan perjalanan keluar pondok.
  9. Mengintensifkan pengawasan terhadap kondisi santri, guru, dan karyawan yang sakit dengan melibatkan tenaga kesehatan pondok yang ada.
  10. Menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, berpelukan, cium tangan, kegiatan massal).
  11. Meningkatkan kebersihan dengan menjaga wudhu dan mencuci tangan dengan sabun.
  12. Membaca doa terhindar dari penyakit menular sebagai bentuk ikhtiar kita agar terhindar dari penyakit ini.//fat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *