Mendalami Open Grunded Theory dan Critical Discourse Analysis Melalui Lokakarya ASPIKOM Korwil Jatim

Posted by

PONOROGO— Dosen di berbagai perguruan tinggi memiliki tugas tridharma perguruan tinggi yang terdiri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Dalam mendukung terlaksananya tugas tridharma dengan baik, dosen harus terus aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri seperti pelatihan, workshop dan berbagai kegiatan pengembangan diri lainnya. Mohammad Luthfi, Rila Setyaningsih dan Bambang Setyo Utomo sebagai pengajar Metodologi Penelitian Komunikasi di UNIDA (Universitas Darussalam) Gontor terus berupaya untuk melakukan upgrade keilmuan dalam berbagai bidang ilmu komunikasi khususnya tentang metodologi penelitian.

Pada hari Jum’at (28/8/2020) ketiga dosen Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor itu ikut serta dalam Lokakarya Metodologi Penelitian OGT (Open Grounded Theory) dan CDA (Critical Discourse Analysis). Lokakarya seri ke-10 yang juga merupakan seri terakhir dari rangkaian kegiatan lokakarya metodologi penelitian ASPIKOM Korwil Jatim tersebut menghadirkan Prof. Dr. Burhan Bungin dan Prof. Dr. Rachmah Ida sebagai narasumber. Kegiatan tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 jam dan diikuti oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

OGT merupakan kritik terhadap Grounded Theory. Teori OGT dikembangkan oleh Burhan Bungin pada tahun 2013. Asumsi yang dibangun OGT yang merupakan kritik terhadap Grounded Theory (Glaserian) tersebut diantaranya menyatakan bahwa data bukan sesuatu yang berdiri sendiri, informasi dibangun bersama antara peneliti dengan informan, data adalah citra dari fakta yang ditangkap oleh peneliti, dan data bukan milik orang lain melainkan hak mutlak sumber data. Lebih lanjut, dalam paparannya Burhan Bungin menyampaikan ada 5 strategi dalam OGT yaitu pengumpulan data, ledakan bola salju, pelepasan bola salju, cerobong asap dan abstraksi. “Untuk menguasai metodologi penelitian dengan baik, peneliti/dosen wajib memahami hingga filsafatnya, jangan hanya potongan-potongan saja”, pungkas Burhan Bungin. Dalam sesi selanjutnya, Prof. Rachma Ida menjelaskan tentang Critical Discourse Analysis. CDA menggali hubungan antara bahasa dan konteks sosial dan politik yang terjadi. “Jadi CDA itu menggali apa yang sebenarnya terjadi dibalik teks, what happen behind”, tambah Rahmaida.

Keikutsertaan dua dosen prodi Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor dalam lokakarya tersebut merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pemahaman tentang metodologi penelitian. Pengetahuan pengetahuan yang diperoleh juga sebagai dasar dalam melaksanakan kegiatan penelitian yang tepat dan benar serta sebagai bahan perkuliahan khususnya dalam mata kuliah metodologi penelitian komunikasi.//ril

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *